Maafkan, semuanya, termasuk dirimu.

Tentang Masa Keci

Yang Saat Itu Baik-Baik Saja


Jika waktu bisa diputar, pasti ada dari kita yang ingin kembali ke masa kecil. Walau sebenarnya tidak banyak hal indah yang bisa diceritakan. Tetapi setidaknya di masa kecil kita bisa tertawa lepas tanpa beban. Dan tidak tau apa itu masalah, yang diketahui hanyalah bermain dan bermain. Air mata? itu adalah senjata paling ampuh ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Berbeda dengan saat ini, air mata menjadi obat penawar rasa sakit dan kecewa.

Ada ikatan istimewa antara seorang ayah dengan putrinya yang pasti sangat berbeda dibandingkan dengan ikatan lain bukan? Ayah mungkin adalah sosok pria terpenting dalam kehidupannya. Di mata tiap seorang anak perempuan, ia belajar seorang pria seharusnya menjadi seperti apa, apa yang dapat ia harapkan dari seorang pria, bagaimana ia hendaknya diperlakukan oleh seorang pria, dan bagaimana seorang pria hendaknya melihatnya. Adalah melalui ayah, ia mendapatkan validasi utama sebagai perempuan.


Sebagai seorang anak perempuan ia juga dapat merasakan bahwa ia adalah "putri kesayangan ayah" melalui cara ayah menggendong dan memeluknya, cara ayah memperhatikannya, dan cara ayah memberitahu betapa cantiknya dia hingga dia sudah berkembang menjadi seorang gadis. Selama masa itu mungkin ia bisa mempelajari berbagai kekuatan yang ayahnya miliki dan ia mengembangkan perasaan aman ketika berada di dekat ayahnya, tahu bahwa ayahnya akan melindunginya. “dia adalah putri saya dan saya bertanggung jawab atas dirinya.” 
Dan pada titik tertentu, ia akan perlu mendengar pandangan pria dari seorang ayah yang memahaminya yang akan bersikap jujur kepadanya. 

Ya sangat pasti juga ia menginginkan sosok ayah yang bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan dan mungkin akan melakukan yang terbaik untuk memahaminya. Karena seorang putri membutuhkan ayahnya untuk melengkapi perjalanan hidup. Dan ayah menjadi pria terpenting sewaktu putrinya tumbuh dewasa.

Alasanku disini, ia tidak pernah merasakan "cerita" itu sebagai anak perempuan yang sewajarnya. Setidaknya ada satu laki-laki di dunia ini yang tidak akan pernah menyakiti anak perempuan itu. Karena tidak ada yang mengerti bagaimana hidup anak perempuan itu, bagaimana kesulitannya, apa saja yang sudah di lewati, cara melewatinya sampai saat ini. Sebab yang mereka mampu, hanya menilainya.

Tenang saja, ia sudah ditakdirkan untuk bersikap dewasa, meskipun hingga saat ini masih terasa sangat nyata baginya

Dan semakin nyata.

Aku perjelas, saat itu ia baik-baik saja
Perpisahan orangtuanya membuatnya merasa menjadi jauh lebih baik. Tentu, karena ia masih kecil pada saat itu, yang hanya menikmati masa kecilnya. Tidak banyak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dari waktu lah ia belajar.

Sampai pada akhirnya ia menyadari bahwa ia tidak baik-baik saja. Keluarganya tidak utuh seperti anak-anak lain di luar sana. Semuanya semakin membuat ia merasa berbeda. Meski demikian, ia selalu harus bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Memeluk dan menyayangi dirinya sendiri. Karena jika tidak, 
mungkin ia sudah rapuh dimakan oleh waktu selama ini.
Hidupnya tidak boleh berantakan, dan memang tidak berantakan. Aku tegaskan. 
Karena ia anak perempuan yang kuat.

Masalah yang ternyata dampaknya baru terasa ketika ia mulai beranjak dewasa, meninggalkan masa kecilnya.
Apa kita akan memandang itu sebelah mata? Anak perempuan itu dipilih oleh Tuhan untuk menjalani hidup yang tentunya tidak mudah. Broken home. Adakah yang benar-benar mengerti perasaannya? Bisakah kalian tidak egois? Hatinya sedih saat melihat keluarga teman yang harmonis. Ia selalu memaksakan tersenyum dihadapan teman-temannya. Aku tau rasanya dan percaya ini rencana Tuhan. Tuhan memilihnya bukan tanpa alasan. 

Logikanya adalah tidak seoranganak pun yang ingin keluarganya hancur yang menjadikan mereka memiliki status sebagai anak broken home. Akan ada saat dimana ia dipandang berbeda. Seperti sudah di label anak broken home itu sebagai sesuatu yang membawa dampak negatif. Tidak aneh lagi untukku saat ini pandangan negatif terhadap anak broken home, padahal ini juga bukan pilihan ia. Jika ia bisa memilih, ia pun pasti tidak ingin keluarganya hancur. 

Anak itu tumbuh bersama kekecewaan sedari kecil. Ia tidak peduli tentang masa lalu orang tuanya. Ia terus berusaha mengangkat dagu dan menatap masa depan dengan mampu berdiri setara bersama teman-temannya yang lain. Pandangan beberapa orang tentang anak broken home mungkin sudah terlanjur buruk, rusak dsb. Sangat disayangkan. Tugas anak perempuan itu adalah mengubah pandangan tersebut. 

Aku yakin setiap manusia menginginkan kehidupan yang bahagia. Ia dapat berprestasi. Sukses dalam banyak bidang. Dan akan menjadi sosok orang tua yang bijak suatu saat nanti. 
Keluarga sempurna, kelak akan ia ciptakan juga. 

Mamanya lah orang pertama yang akan bangga pasti padanya. Bagi ia pun, mamanya segalanya. 
Wanita yang super kuat. Tidak bisa ku jelaskan dengan kata-kata. Figur ibu yang berjuang
menghidupkan anak perempuan satu-satunya.


Beberapa orang bisa melihat bahwa sorot mata ia penuh kesedihan,
semuanya tidak salah namun tidak semua benar juga. 

Jujur, ia saat ini sedang mencari pintu yang mau berbaik diri untuk memberi sedikit jalan bagi raganya.
Tidak mudah melupakan, bahkan perkara di cintai dan mencintai baginya sekarang bukan hal yang mudah.

Umurnya saat ini sudah berkepala dua. Pasti ia sudah jauh lebih dewasa. Tidak mudah baginya memberikan cinta pada orang lain. Karena ia mengerti rasanya kehilangan cinta hingga ia tau sakitnya bagaimana. Tentu, ia tidak ingin orang yang dicintainya merasakan sakit yang sama. Walaupun mungkin berbeda statusnya. 
Tetapi ia menghargai sebuah hubungan dan kebersamaan lebih dari apapun itu. Para sahabat-sahabatnya menjadi keluarga kedua baginya. 
       Sebuah cinta yang tulus.

Ia berhak untuk memilih jalan kehidupannya.
Keluarga yang tidak utuh seharusnya bukan alasan untuk mematahkan semuanya. Mungkin karena ada peribahasa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Peribahasa yang tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya benar pula. Ia belajar banyak hal dari masa lalu, sedari kecil, dan bukan untuk mengulangi kesalahan orangtuanya. Karena ia bukan "hancur". Ia berusaha bangkit, menata kehidupan dengan baik.

Cara Kerja Cinta Yang Rumit

Dibutuhkan Keikhlasan


Mungkin bertemu dia disini lah adalah bagian proses pendewasaannya dan memahami bahwa hidup memanglah begini. Meski ia terlihat baik-baik saja, sejujurya ada banyak luka dan rindu yang tersimpan.
Aku percaya, kelak ia akan berhasil bangkit, berdiri sendiri.
Seiring berjalannya waktu.

Memiliki hubungan yang serius itu tidak mudah baginya. Banyak hal yang ia pikirkan. Salah satunya tentang bagaimana background keluarganya bisa diterima. Sebenarnya kurang logis. Seperti yang kubilang diatas.
Mungkin, mereka mikir keluarganya saja sudah broken home, kelakuannya juga sudah pasti negatif. Atau mungkin sudah menjadi kultur keluarganya. Tidak ada yang salah. Tidak apa-apa.

Ia hanya ingin membuktikan bahwa ia anak yang baik-baik saja dan normal. Sebab ia pikir si dia tidak akan mempermasalahkan latar belakang keluarganya, karena dia akan siap menerima segala kekurangannya. Dan sebaliknya.

Lagi-lagi ia mengira, kalau pasangannya bisa hanya melihat dan menilai bagaimana ia di masa sekarang, bukan dari masa lalunya. Aku yakini saja ia, di suatu masa dan waktu yang tepat, Tuhan akan mempertemukanmu dengan seseorang yang layak. 

Yang perlu kita tau, ia tidak ingin dikasihani. Tidak ada yang ingin merasa dikasihani.
Hidupnya tidak se-sedih yang dipikiran kita.
Karena dengan begini, ia menjadi lebih kuat lagi.
Caraku yang lain buat menenangkan hatinya adalah meyakini bahwa akan hadir orang yang mampu membuatnya memercayai lagi perihal cinta.
Percayalah.

Memaafkan,
Ikhlas,
dan
Bersyukur.

We are the real survivor by showing our good achievement, prove them wrong

Please, jangan pernah mau dikuasai oleh keadaan. Tidak ada pribadi hebat yang tumbuh 
dari situasi nyaman. We can do it, lil girl :")

Hal-hal yang saat ini terjadi di kehidupanmu adalah cara Tuhan membentuk pribadimu.

Meninggalkan.

Ditinggalkan.

Entahlah tidak ada yang enak jika dihadapkan dengan kondisi seperti di atas. Pergi meninggalkan seseorang yang kita sayangi atau tetap diam, menunggu hingga sang waktu siap menjawab dan ternyata jawabannya tidak memihak kepada kita, dan akhirnya ia ditinggalkan.

Aku sendiri menyadari bahwa tak selamanya waktu akan berpihak pada kita. Dan jika waktu benar-benar tidak berpihak, maka pada akhirnya salah satu dari mereka akan pergi dan meninggalkan entah ia atau si dia dalam sendiri. Untuk saat ini, ia tidak mungkin meninggalkannya, karena ia butuh dirinya disetiap hari-harinya. Tapi entah dengan dirinya?

Ia menyadari tak selamanya si dia akan setia berada disampingnya, menemani hari-harinya, dan menjadi pendengar setia di setiap keluh kesah ia. Ada waktunya si dia harus pergi dan meninggalkan ia sendiri. Tapi jika memang harus pergi, tolong tinggalkan ia ketika ia sudah siap untuk tidak bergantung lagi dengan kau. Ketika ia sudah siap berdiri di atas kakinya sendiri tanpa ada kau dan bayang-bayang kau di setiap detik waktunya.

Jika kau memang harus pergi, tolong tinggalkan ia dengan segala kekuatannya untuk lepas dari kau. Sehingga ia bisa tetap kuat dan tegar ketika kau meninggalkannya dan semoga ia bisa tetap tersenyum ketika harus melepas kau. Meskipun susah, tapi ia memang harus mencoba. 
Dan jika memang kau harus pergi, jangan. jangan untuk saat ini

Apabila saat ini memang kau tidak dapat melanjutkan hubungan ini lagi,
namun segalanya tidak harus hancur karena itu.



-ZJA





















Popular posts from this blog

A text from my Mom